Tak ada yang tahu bagaimana misteri cinta bisa hadir di hidup seseorang. Tak ada yang tahu pula bagaimana cinta membawa dua anak manusia hingga bisa saling menerima satu sama lain. Banyak pasangan yang membuktikan pada dunia bahwa fisik bukan satu-satunya alasan kenapa mereka bisa saling jatuh cinta.
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik."(Qs. An Nur:26)
Memang, fisik yang cantik atau tampan serta menarik bisa membius siapa saja dan membuat orang lain terpana. Namun jangan salah, ketika seseorang jatuh cinta, ia tak hanya melihat fisik orang yang ia cintai, tapi juga mempertimbangkan bagaimana sikap, kepribadian dan hal lainnya. Pasangan asal Singapura ini membuktikan bahwa cinta sejati tak pernah memandang fisik pasangan.
Pasangan ini juga membuktikan bahwa cinta sejati datangnya dari hati, dirasa dengan hati dan dibuktikan dengan cara yang tepat yakni pernikahan. Nora Abu Bakar (33) merupakan seorang wanita yang patut berbahagia karena telah mendapatkan suami dengan cinta tulus. Pasalnya, akhir-akhir ini nama Nora sedang menjadi perbincangan hangat warganet Singapura.
 |
| Banyak netizen yang bilang bahwa ia bukan wanita cantik karena tubuhnya gemuk dan kulitnya hitam. Tapi, Nora tak pernah mempermasalahkan omongan orang, dia bahagia dengan apa yang ada pada dirinya |
Nora dinilai kurang menarik karena tubuhnya gemuk, kulitnya cukup gelap dan tidak begitu cantik. Namun siapa sangka, ia justru baru saja dinikahi oleh seorang pria yang begitu tulus padanya yakni Muhammad Safri (30). Fisiknya yang dinilai kurang sempurna justru membawanya mendapatkan cinta sejati dan bikin siapa saja iri padanya.
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."(QS. Al-Hujurat 49: 11)
sumber: vemale